Oknum Warga Bangka Tengah Produksi Minuman Keras Jenis Arak, Ini Kata Kapolres Bangka Tengah

Oknum Warga Bangka Tengah Produksi Minuman Keras Jenis Arak, Ini Kata Kapolres Bangka Tengah
Photo : Drum plastik yang berisikan bahan baku arak dan arak siap dipasarkan

Bangka Tengah (Kayu Besi) - Apapun alasannya warga negara Indonesia atau masyarakat  dilarang memproduksi minuman keras, baik itu dari proses prementasi yang dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung yakni 'Arak'. 

Setahu publik, hanya perusahaan yang berbadan hukum dan mempunyai izin resmi dari pemerintah pusat dan daerah yang diperbolehkan memproduksi minuman  beralkohol, itupun dalam pengawasan pemerintah/instansi seperti BPOM, aparat kepolisian maupun instansi yang terkait lainnya. 

Berdasarkan investigasi Pers Babel, tepatnya di dusun Kayu Besi Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) luput dari pantauan aparat penegah hukum (APH) setempat, pasalnya berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Pers Babel, terdapat tempat produksi minuman keras jenis Arak yang berjalan sejak lama bahkan bertahun-tahun telah memproduksi arak, dan disinyalir  tidak tersentuh oleh APH setempat. 

Selain itu, disinyalir hasil produksi minuman arak dari home industri milik oknum warga tersebut juga dipasarkan sampai wilayah Kota Pangkalpinang dan Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), bahkan informasinya home industri minuman arak tersebut terbesar di BabelBabel, pasalnya ada 4 (empat) oknum warga setempat yang memproduksi miras jenis arak. 

Pantauan Pers Babel  saat itu dilapangan, tampak beberapa pekerja sedang sibuk melakukan aktifitas memproduksi minuman berjenis arak, dan terlihat ada puluhan drum yang terisi bahan pembuatan arak, serta bebarapa kaleng drum yang berisi bahan pembuatan arak sedang di masak diatas tungku api. 

Namun sayang, oknum warga pemilik home industri minuman arak ini tidak dapat ditemui saat itu Pers Babel meliput kegiatan produksi arak berlangsung, lantaran dengan alasan pemiliknya tidak berada ditempat. 

Kendati diketahui, alasan oknum warga yang memproduksi minuman arak tersebut berdalil untuk kegiatan ritual keagamaan namun fakta ditempat kapasitas produksi minuman arak melebihi batas yang tidak wajar, dan tidak mungkin masyarakat beragama Kong Fu Chu setiap hari harus menggunakan arak untuk ritual keagamaannya. 

Sementara itu, Kapolres Bateng AKBP Selamat saat dikonfirmasi sepertinya tidak mengetahui adanya oknum warga Kabupaten Bateng yang memproduksi minuman keras permentasi jenis arak, bahkan perwira polri melati dua mengucapkan terimakasih atas informasi yang telah disampaikan kepada dirinya. 

" Walaikumsallam warahmatullohi wabarakaatuh... terima kasih atas informasinya dan akan di tindak lanjuti, akan segera di lakukan penyelidikan pak. " pungkas AKBP Selamat. (Sinyu Pengkal) 

Bangka Tengah Minuman keras jenis arak di Bangka Tengah Polres Bangka Tengah
Rikky Fermana

Rikky Fermana

Previous Article

Ketua Mada LMP Babel Minta Polda Dan Kejati ...

Next Article

Penuntut Polres Pangkalpinang Antarkan Dirut...

Related Posts

Jurnalis

Profle

Rikky Fermana

Follow Us

Recommended Posts

Bambang Yang Dulu Bukan Lah Bambang Yang Sekarang, Ponton Ti Apung Hajar Laut Bakik Bambang Menghilang
Danposal Pangkalbalam Bersinergi Dengan CV Gelora Samudera Perkasa Bagikan Sembako Gratis
Ini Tanggapan Ketua DPRD Babel Saat Terima Audiensi Organisasi Pers Pengurus DPD PJI Demokrasi Babel
Polsek Pangkalan Baru Dan Owner CV GSP Lanjutkan Program Kapolres Pangkalpinang Salurkan Paket Sembako Gratis
Breaking News! Dan Lanal didampingi Dandenpom Lanal Babel Berhasil Bernegosiasi Bebaskan 20 ABK KIP Dan Satu Staf PT Timah Yang Disandera